Selasa, 25 Agustus 2015

#serial tanpamu

Aku sangat tahu bahwa kamu tidak akan membaca ini, begitupun aku segera tahu bahwa kamu tak akan peduli pada pria yang merokok di dekat gang rumahmu, entah menunggu siapa, entah menanti apa. Aku hanya melihat motor ayahmu terparkir di teras dan itu sudah cukup membuatku merasa damai. Beberapa menit setelah tiga batang rokok habis, ternyata gadis yang aku rindukan berbulan-bulan itu tidak kunjung muncul di depan pagar rumah. Aku memutuskan pergi dengan perasaan hampa sambil memegangi kuat-kuat stir motorku.

Aku tidak tahu, menjelang magrib seperti ini, entah mengapa jalanan di bandung terasa lebih dingin, mungkinkah ini karena hatiku kembali patah berkali-kali? Tak bisa kupahami, mengapa setiap mengingatmu, rasa bersalah itu kembali merasuki. Ingin rasanya aku memutar ulang kejadian beberapa bulan yang lalu, saat aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Harusnya, aku tidak melakukan itu semua dan emosi sesaat itu bisa kupendam senormal mungkin.

Nyatanya, aku kalah. Mungkin, gadis baik sepertimu tidak pantas berada di tangan penjahat sepertiku. Dan, aku biarkan kamu pergi tanpa tahu alasan dan penjelasan dariku. Kamu pun juga pergi tanpa mengemis penjelasan dan alasan dariku. Mengapa kautidak meminta, setidaknya bertanya? Memberi aku waktu untuk menjelaskan segalanya ataukah mungkin kamu sudah mulai merasakan bahwa kejadian seperti kemarin pada akhirnya akan terjadi, sehingga kamu tidak kaget, dan tidak butuh waktu lama untuk melupakanku? Kalau kauingin tahu, hal paling dingin di dunia ini bukanlah salju, tapi ketika aku merasa dilupakan oleh sosok yang sebenarnya aku cintai, namun dengan sangat terpaksa harus aku lepaskan. Mungkin, selama ini yang kautahu aku melepaskanmu karena aku lebih mementingkan temanku, itupun benar-- tapi sesungguhnya aku melepaskanmu karena terpaksa. Ya, kamu tidak akan memahami ini semua, aku saja tidak mampu memahami keputusanku, apalagi kamu.

Kurasa, dunia ini sudah gila, semenjak tanpamu, hidupku makin berantakan. Begitu juga sekolahku, hatiku, perasaanku, dan pikiranku. Aku tidak pernah menyangka bahwa patah hati bisa sesakit ini, sementara sebagai pria yang ditutut agar tak menangis, aku harus menyembunyikan air mata dan aku tak tahu kapan semua ini akan berakhir. Kaca helmku semakin buram karena berkali-kali aku menghela napas, pikiranku kacau, dan laju sepeda motorku tak beraturan.

Aku rindu pelukanmu yang duduk di belakang jok sepeda motorku. Aku rindu teriakan kecilmu ketika aku ngebut di jalanan layang yang ramai. Aku rindu amarahmu ketika aku berteriak lantang di atas jalan raya Pasteur . Aku rindu caramu yang kagok menaiki sepeda motorku karena memakai rok sepulang sekolah. Aku rindu suara kecilmu menyanyikan lagu TULUS ~sepatu~ ketika bosan menunggu lampu merah berganti hijau.

Aku rindu mata bulatmu yang sipit dan penuh arti, mata indah yang kupandangi dengan mencuri bayangmu di kaca spion, ketika kamu ingin aku membuka kait pengaman pada helm . Aku rindu mengantarmu sampai depan rumah. Aku rindu menjemputmu di kelasmu tercinta. Aku rindu menemanimu makan kwetiau dan chicken steak . Aku rindu menjemputmu di depan pagar rumah. Aku rindu kesederhanaanmu. Aku rindu suaramu. Aku rindu setiap inci tubuhmu yang dulu bisa aku pandangi kapanpun aku mau. Aku rindu rambutmu, hidung mancungmu, bibirmu, dan rahang tegasmu.

Aku rindu jemari kecilmu, jemari yang telah menghasilkan ratusan tulisan. Aku rindu tawamu. Aku rindu caramu menjelaskan apapun yang aku pertanyakan. Aku rindu amarahmu. Aku rindu pesan singkat, chat-mu, dan teleponmu. Aku rindu saat-saat kebersamaan kita. Aku rindu pelukmu. Aku rindu kecupmu. Aku rindu menemanimu berkeliling kota bandung. Aku rindu memakan ice cream sundae di sampingmu dan seperti biasa kamu merelakan sisa ice cream-mu untukku.

Aku rindu menatapmu dari kaca spion, menatap gadis yang masih menunggu sepeda motorku hilang dari pandangan. Aku rindu caramu berterimakasih karena telah mengantarkanmu sampai depan rumah. Aku rindu apapun tentangmu dan aku tak tahu mengapa tiga puluh tiga hari tanpamu rasanya masih seneraka ketika pertama kali aku berusaha untuk membiarkanmu pergi.

Gadisku, aku pernah berpikir bahwa dengan membebaskanmu, maka itu bisa membuatmu bahagia; kalau boleh aku bertanya, apakah hidupmu kali ini sungguh bahagia? Biar aku tebak, tentu kamu sudah mendapatkan pria yang lebih baik dari aku. Pria yang tidak menggunakan sepeda motor matick. Pria seagama yang bisa mengantarmu sampai depan masjid atau bahkan ikut memasuki masjid, bukan pria penuh bualan seperti aku . Hidupmu tentu bahagia, novelmu mungkin sudah masuk buku kesatu, dan kamu sudah berhasil melupakanku. Wahai gadisku, jika kamu memang sudah bahagia, bisakah kamu ajarkan caranya bahagia tanpa pernah merasa menyesal karena telah melepaskan milikku yang terbaik? Karena kamu yang terbaik, aku tak pernah tega untuk "merusakmu". Dan, biarlah kita tetap sejauh ini, biarkan aku tidak bahagia dengan pacar baruku, asalkan aku tahu kamu telah bahagia dengan keluarga Dan temanmu. Bukankah itu pengorbanan tertinggi dari cinta? Tapi, tahi kucing dengan pengorbanan yang bikin aku kesakitan ini!

Kini, aku sudah sampai di kamarku. Waktu isya telah tiba. Aku mengganti baju, mencuci tangan, dan makan sambil mendengarkan lagu. Setelah itu, aku meminum kopi kemudian kembali membakar satu batang rokok. Asap rokok yang aku masukkan ke dalam tenggorokan dan paru-paru memang tak begitu banyak, namun banyak kenangan tentangmu yang berputar di otakku, lalu aku embuskan asap rokok dengan embusan berat; seakan berusaha keras terlepas dari sisa-sisa luka.

Aku tak perlu merasa heran lagi, ketika kali ini aku kembali memutar lagu-lagu Raisa, hanya untuk membuatku merasakan kehadiranmu. Aku membayangkan suara raisa kali ini adalah suaramu, kamu sedang berbisik di telingaku, dan berkata bahwa kamu ingin memelukku sampai matahari lupa caranya terbit.

dari pria yang selalu merasa;
bahwa kehilangan kamu adalah dosa,
yang selalu berhasil membuat dia;
merasa seperti orang gila.

Jumat, 07 Agustus 2015

Hal buruk akibat mengumbar kemesraan di sosmed

11 Alasan Terlalu Mengumbar Kemesraan Di Sosial Media Bikin Hidupmu Kacau

"Saatnya kamu berpikir dewasa."

Punya pasangan maupun gebetan itu sah-sah saja. Tapi, kalau kamu terlalu mengumbar kemesraan di sosial media secara berlebihan, hal itu bakal jadi bumerang buat kamu. Apa aja sih bumerangnya buat kamu?

1. Belum tentu dia jodohmu.

Pamer kemesraan di sosial media gak menjamin hubunganmu dengan dia akan berlanjut ke jenjang pernikahan.

2. Kamu terlihat nggak berkharisma lagi.

Memiliki Karisma atau kewibaan itu penting lho guys! Kenapa? karena hal itu mencerminkan karakter pribadi kamu yang sebenarnya.

3. Karena hidupmu bukan hanya tentang pasangan. Kamu juga perlu bersosialisasi dengan orang lain.

Selalu mengumbar kemesraan dengan pasangan akan membuatmu menjadi sosok yang mementingkan diri sendiri. Padahal di luar sana kamu bisa bersosialisasi dengan orang-orang baru yang lebih menantang.

4. Kalau putus, siapa yang malu?

Nah, ini nih. Karena belum ada kepastian hubunganmu bakal langgeng, suatu saat bisa saja kalian berpisah. Kalau sudah begitu, update kalian di sosial media selama masih menjalin hubungan hanya kenangan masa lalu yang kamu pun tidak mau mengingatnya lagi.

5. Itu hubunganmu, bukan hubungan orang lain.

Pahit-manisnya suatu hubungan kamu sendiri yang merasakannya. Kamu tak perlu mengumbar-umbarkannya. Orang lain hanya bisa berkomentar, belum tentu ia bisa memberikan solusi danlam hubunganmu.

6. Privasi itu perlu.

Setiap orang perlu privasi dalam hidupnya. Begitu pula dengan hubunganmu. Privasi akan lebih membuatmu tenang karena hanya kamu sendiri dan pasanganmu yang tahu bagaimana hubungan kalian.

7. Rawan kejahatan.

Sadar atau tidak, kamu memiliki berbagai macam karakter friend list di sosial media. Di saat kamu mencurahkan ataupun mengunggah fotomu, disanalah letak kesempatan orang lain untuk mengancam hubunganmu

8. Dinilai sebagai sosok yang masih labil.

Kamu gak mau bukan dinilai sebagai sosok yang labil? sosok yang emosinya masih belum terkontrol dengan baik. Lima menit kemudian pamer kemesraan. Sepuluh menit kemudian unggah foto kemesraan. Haduhh... itu sosial media atau buku diary? Berpikirlah secara cerdas, kawan.

9. Nggak seindah dunia nyata.

Hubungan yang di-publish di dunia maya terkadang hanya fatamorgana belaka. Belum tentu apa yang dilihat orang lain terlihat indah, sedangkan kamu merasa tertekan. Bukankah kamu sendiri yang merasakannya?

10. Kamu akan paham seluk beluk karakter pasanganmu sebenarnya.

Tidak terlalu mengekspos kemesraan di sosial juga menjadi kunci nyata bahwa kamu mengenal betul bagaimana karakter pasanganmu. Karakter asli yang tidak penuh dengan kepalsuan.

11. Percayalah, hubungan yang terprivasi akan lebih sakral.

Coba renungkan. Hubungan yang terprivasi membuat kamu bisa saling mendukung cita-citamu. Karena hidupmu gak hanya sebatas tentang asmara. Ada mimpi-mimpi lain yang ingin kamu gapai bukan? Hubungan yang sakral akan akan membawa perubahan yang lebih baik untuk masa depanmu. Bukan hanya menghabiskan waktu dengan pamer kemesraan.

Right?:D

Percayalah Kalo Cewek yang Setia Menantimu adalah Cewek yang Patut Kamu Cintai Seumur Hidup

“Ketika waktu sudah berlalu dan cewek itu masih menyandarkan hatinya padamu, she’s the one.”

Cowok-cowok, pernah nggak sih kalian merasa ada satu cewek yang seakan-akan ‘menempel’ terus padamu. Setiap kali kamu buka handphone, notifikasi dari dia ada di sana. Entah di Whatsapp, Line, Kakao Talk hingga like darinya di Facebook atau Instagram.

Kalo di kampus, kamu selalu berhasil menemukan wajahnya dan kamu tahu, itu dia yang berusaha untuk bisa bertemu atau sekadar berpapasan denganmu. Ketahuan banget dia ngejar kamu, bahkan teman-teman kamu, mulai yang kamu kenal hingga nggak kamu kenal, pada tahu berita soal satu cewek itu yang ngejar kamu.

Well, kamu jadi mulai frustasi karena ini cewek mulai membuatmu hidupmu terusik. Kamu ngerasa dia nyebelin banget dan pengen banget menghapus dia dari peradaban ini. Setelah beberapa waktu berlalu, enam bulan, setahun, setahun setengah, ternyata cewek itu masih menghiasi notifikasimu dan hari-harimu. Di poin inilah kamu harus berpikir dua kali, guys.

Kenapa sih memangnya?

1. Dia yang masih mengejarmu setelah waktu berlalu, dialah yang mencintaimu dengan tulus.

Waktu adalah salah satu penguji cinta yang teruji. Ketika perasaan itu masih ada setelah sekian waktu berlalu, besar kemungkinan bahwa cinta cewek itu memang tulus untukmu. Kalo kamu nemu cewek model begini, jangan dilepas karena bakalan sulit menemukannya lagi.

2. Dia berani mengambil risiko ‘membuang waktunya’ untuk mendapatkan hatimu.

Seharusnya, setelah sekian waktu berlalu, dia bisa ‘menginvestasikan’ waktunya kepada cowok lain yang mungkin bisa didapatkannya dalam waktu singkat. Tapi, dia membuang itu semua dan tetap berharap padamu. Dia tetap mengejarmu dan hanya memandangmu. Terkesan bodoh? Iya memang, kalo kamu berpikir dengan logika. Tapi jangan salahkan hati, karena cinta bicara soal perasaan insan manusia.

3. Mungkin dia sudah mencoba berpindah hati, tapi tetap baginya, kamu yang bisa membuatnya nyaman.

Jangan pikir cewek juga nggak memikirkan opsi lain dalam hidupnya. Siapapun pasti pernah memikirkan opsi B, C, D dan lainnya. Tapi ketika cewek itu tetap kembali kepadamu, berarti dia benar-benar menganggapmu berarti dan tidak ada orang lain yang bisa membuatnya nyaman menjadi dirinya sendiri selain dirimu.

4. Dia nggak cuma tahu, tapi dia mengerti dirimu secara keseluruhan.

Cewek itu ada di sana, sudah melihat sisi terbaik dan terburuk dalam hidupmu. Dia bisa melihat dirimu seutuhnya, bahkan saat kamu sendiri nggak mau melihat sisi terburukmu. Mungkin beberapa dari kamu ada yang sudah mengalami, tapi buat yang belum atau tidak pernah mengalami, momen ini bisa membuatmu bersyukur setiap hari bahwa ada cewek yang bisa mengerti dirimu sepenuhnya.

5. Ada banyak kok cowok yang lebih keren, lebih pinter dan lebih ganteng darimu, tapi kedua matanya hanya terpaku pada sosokmu.

Walau kamu sudah menganggap dirimu keren, pintar dan sukses, ataupun kamu sering mendapat pujian seperti itu, tapi percaya deh kalo banyak cowok di luar sana yang lebih hebat dari kamu. Di atas langit masih ada langit lho, bro. Tapi bayangkan! Dia masih menatapmu, masih mengobservasimu, masih sayang padamu dan masih menantimu untuk menatapnya juga.

6. Dia bakal bikin kamu merasa spesial dan nggak ada cewek lain yang bisa mencintai dirimu seperti dirinya.

Cowok pun juga senang menjadi sosok yang spesial, nggak cuma cewek aja. Dengan cewek yang setia menantimu dan mengharapkan cintamu, jelas kamu akan merasa dirimu spesial. Nggak ada cewek lain yang mencintai dirimu seperti dia. Coba kamu cari deh atau hitung, berapa banyak sih cewek yang mau sabar menanti dan menunggu cowok yang dia sukai?

7. Penolakan darimu bukan membuatnya rapuh, tapi malah membuatnya menjadi sosok yang kuat.

Walau cewek adalah pribadi yang sering terlihat lemah, tapi dia juga menyimpan kekuatan yang kadang tidak bisa dideskripsikan. Mungkin kamu nggak membalas chat-nya, kamu nggak mengangkat teleponnya, kamu nggak pernah mencarinya di kampus, kamu nggak pernah punya inisiatif buat nge-chat atau telepon dia duluan. Nggak apa-apa, ketidakpedulianmu perlahan akan membuatnya bertumbuh menjadi bunga mawar yang lebih indah dan kuat.

8. Perlahan, akhirnya kamu sadar nggak ada cewek lain yang bisa mencintai dirimu seperti dirinya.

Kamu percaya kan bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan. Terserah kalian mau memanfaatkan atau membuang kesempatan tersebut. Tapi, jangan sampai kamu menyesal aja di kemudian hari. Jangan sampai kamu menyesal ketika kamu sadar bahwa dia spesial dan ternyata hatinya sudah jadi milik cowok lain. Kamu sadar ternyata sebenarnya dia bisa jadi pasangan hidupmu yang setia dan selama ini, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, kamu melewatkannya begitu saja.

Hati cewek itu serapuh sayap kupu-kupu, kamu cuma tinggal melukai sedikit sayap itu dan dia tidak akan bisa terbang. -Anonymous

sumber : idntimes

Like & Share biar dia peka